Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja Perbankan : Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Loan (NPL), Return On Asset (ROA), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Suku Bunga Bank Indonesia (SBI)

Pembaca yang budiman, kali ini kami akan membahas tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi Penyaluran Kredit Modal Kerja pada bank, Adapun faktor-faktor yang akan mempengaruhi Penyaluran Kredit Modal Kerja pada bank adalah Faktor DanaPihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Saryadi (2013) menyatakan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. Faktor-faktor yang mempengaruhi Penyaluran Kredit Modal Kerja pada bank  Adapun faktor-faktor yang akan diuji  dalam penelitian ini adalah Faktor Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Saryadi (2013) menyatakan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI.

Dewasa ini kehidupan masyarakat tidak pernah luput dari permasalahan ekonomi.Pada situasi yang cepat berubah masyarakat memanfaatkan fasilitas yang telah beredar yaitu dengan jasa perbankan yang dapat mempermudah segala kegiatan ekonomi masyarakat. Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak debitur dengan pihak kreditur serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar transaksi pembayaran dan mempunyai peran sebagai pelaksanaan kebijakan moneter, sehingga diperlukan perbankan yang berkinerja baik, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan (Aini,2013).

Penyaluran kredit sangat penting bagi bank karena besarnya penyaluran kredit yang diberikan kepada masyarakat berpengaruh terhadap pendapatan bank.Pendapatan bank sebagian besarnya berasal dari penyaluran kredit. Sebagian besar bank di Indonesia masih mengandalkan kredit sebagai pendapatan utama untuk membiayai kegiatan operasional bank tersebut (Diyanti dan Widyarti, 2012). Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Saryadi (2013) menyatakan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI.

Penyaluran kredit juga sangat penting bagi masyarakat karena semakin meningkatnya pemberian kredit yang diberikan kepada masyarakat oleh bank, maka dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kaunang (2013) mengatakan bahwa salah satu faktor yang membuat kebanyakan masyarakat tidak dapat mengembangkan usahanya adalah keterbatasan modal usaha. Kondisi tersebut dapat dilihat pada pertumbuhan ekonomi pedesaan yang sulit untuk berkembang, sehingga pemberian modal atau kredit dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya terutama di bidang ekonomi. Pembangunan di bidang ekonomi merupakan pembangunan nasional dan didorong dengan pembangunan dibidang lainnya (Rosyetti & Iyan, 2010).

Penyaluran kredit modal kerja (KMK) juga dapat digunakan untuk membantu keperluan meningkatkan proses produksi didalam suatu perusahaan atau usaha rakyat dalam kegiatan operasionalnya. Kredit modal kerja memiliki jangka waktu yang terbilang pendek yaitu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dari masa permintaan kredit. Contoh kredit modal kerja diberikan untuk membeli bahan baku, membayar gaji pegawai, atau biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan proses produksi perusahaan. (Kasmir,2002:77)

Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Saryadi (2013) menyatakan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. Dana simpanan atau sering disebut sebagai Dana Pihak Ketiga (DPK) digunakan sebagai penanaman modal awal untuk penyaluran kredit dan masyarakat melakukan kredit dari bank untuk segala kebutuhan masyarakat maupun kebutuhan modal usaha. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mempengaruhi besar kecilnya penyaluran kredit kepada masyarakat. Semakin besarnya Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun maka semakin besar pula kredit yang dapat disalurkan. Yuda & Meiranto (2010) serta Saryadi (2013) menyatakan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah kredit yang disalurkan. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Saryadi (2013) menyatakan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI.

            Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio kecukupan modal, menunjukkan kemampuan bank dalam mempertahankan modal yang mencukupi dan kemampuan manajemen bank dalam mengidentifikasi, mengukur, mengawasi dan mengontrol risiko yang timbul sehingga berpengaruh terhadap besarnya modal bank (Aini, 2013). Bertambah tingginya nilai Capital Adequacy Ratio (CAR) maka semakin besar pula sumber finansial yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha dan mengantisipasi kerugian yang diakibatkan oleh penyaluran kredit. Menurut Wibowo (dalam Oktaviani & Pangestuti,2012) dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) diatas 20%, perbankan dapat memacu pertumbuhan kredit sebesar 20 – 25 % setahun. Penelitian mengenai Capital Adequacy Ratio (CAR) dilakukan oleh Pradana & Sampurno (2013) serta Oktaviani & Pangestuti (2012) yang menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Tetapi pernyataan tersebut berbeda dengan Sari (2013) yang menyatakan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif terhadap penyaluran kredit. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Saryadi (2013) menyatakan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI.

Tingginya nilai Capital Adequacy Ratio (CAR) akan meningkatkan pemberian kredit kepada masyarakat. Dalam melakukan kredit maka masyarakat harus melakukan persyaratan tertentu yang telah ditetapkan oleh masing-masing bank maupun lembaga keuangan bukan bank.Terkait dengan persyaratan tersebut, maka ada kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak perbankan dan debitur (seseorang yang melakukan kredit atau berhutang) mengenai batas waktu pembayaran. Ketika debitur mendapat kesulitan dalam melakukan pengembaliannya dan mengalami gangguan terhadap usahanya maka akan timbul kredit bermasalah yang dapat dilihat dengan rasio Non-Performing Loan (NPL). Semakin rendah rasio Non-Performing Loan (NPL), maka akan semakin rendah tingkat kredit bermasalah yang terjadi dan menunjukkan bahwa kondisi dari bank tersebut baik (Diyanti dan Widyarti, 2012), maka rendahnya Non-Performing Loan (NPL) dapat meningkatkan pemberian kredit kepada masyarakat. Didalam penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Sari (2013) dan oleh Yuda & Meiranto (2010) menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat Non-Performing Loan (NPL), maka akan menurunkan kredit yang disalurkan dan penelitian ini menyatakan bahwa Non-Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif terhadap penyaluran kredit perbankan.

Menurut Aini (2013) kredit bermasalah didefinisikan sebagai risiko yang berkaitan dengan kemungkinan debitur gagal membayar kewajibannya atau melunasi hutangnya. Keadaan seperti itu akan berdampak terhadap simpanan bank dan akan mempengaruhi pendapatan bank atau profitabilitas bank. Menurut Narayana (2013) profitabilitas adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Hasil penelitian yang  menyatakan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI.

Tingkat profitabilitas mencerminkan efisiensi yang dicapai lembaga keuangan, semakin tinggi tingkat profitabilitas maka semakin tinggi pula tingkat efisiensi penggunaan modal oleh lembaga keuangan (Putri, 2009). Arimi dan Mahfud (2012) mengatakan bahwa profitabilitas yang digunakan adalah Return On Asset (ROA) karena dapat memperhitungkan kemampuan manajemen bank dalam memperoleh laba secara keseluruhan. Tingginya rasio Return On Asset (ROA) pada bank maka profitabilitas bank akan meningkat dan jumlah kredit yang akan disalurkan kepada masyarakat juga meningkat. Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yuda & Meiranto (2010) menunjukkan bahwa Return On Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap jumlah kredit yang disalurkan oleh perbankan. Namun Oktaviani & Pangestuti (2012) berpendapat bahwa Return On Asset (ROA) tidak berpengaruh terhadap kredit perbankan. Hasil penelitian  menyatakan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI.

Didalam penyaluran kredit modal kerja, Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan salah satu faktor bagi bank untuk menentukan seberapa besar jumlah kredit yang akan disalurkan kepada masyarakat. Rasio ini menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan debitur dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya (Pradana dan Sampurno, 2013). Semakin rendah Loan to Deposit Ratio (LDR) menunjukkan kurangnya efektifitas bank dalam menyalurkan kredit sehingga berkurangnya kesempatan bank untuk memperoleh laba (Arimi & Mahfud, 2012). Menurut Narayana (2013) menyatakan bahwa semakin tinggi Loan to Deposit Ratio (LDR) menunjukkan semakin banyak dana yang disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan akan meningkatkan pendapatan berupa bunga yang diterima. Standar Loan to Deposit Ratio (LDR) yang aman menurut Bank Indonesia adalah berkisar antara 85% < LDR < 100% atau LDR < 50% (Fitrianto & Mawardi, 2006).

Risiko kredit bermasalah dapat diatasi dengan berbagai macam investasi seperti pada SBI supaya kedit yang disalurkan kepada masyarakat tidak menurun. Didalam hasil penelitian yang telah terdahulu menyatakan bahwa kegiatan dalam manajemen perbankan dalam mengurangi risiko kredit bermasalah adalah melakukan alternatif investasi yaitu dengan cara penempatan dana pada SBI yang memiliki risiko paling rendah (Oktaviani & Pangestuti, 2012). Saryadi (2013) mengatakan bahwa sertifikat Bank Indonesia (SBI) adalah surat berharga dalam mata uang rupiah yang diterbitkan oleh BI sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek. Adanya perbedaan pendapat mengenai SBI yang dikemukakan Anggrahini (dalam Saryadi, 2013) yang menyimpulkan bahwa SBI berpengaruh positif terhadap kredit perbankan sedangkan Oktaviani & Pangestuti (2012) menunjukkan bahwa SBI berpengaruh negatif signifikan terhadap penyaluran kredit.

Dalam berbagai penelitian (Oktaviani dan Pangestuti, 2012) masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten, sehingga penelitian ini perlu dilakukan lebih lanjut untuk menganalisis pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), suku bunga SBI terhadap kredit perbankan serta menambahkan variable loan to deposit ratio (LDR) untuk diteliti. Hasil penelitian  menyatakan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI.

Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek).
faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio(CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK),capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalahDana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL),return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK),capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalahDana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL),return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK),capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalahDana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL),return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK),capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalahDana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL),return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK),capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBIKonsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). Konsultan Jasa Olah Data SPSS Eviews Stata Lisrel AMOS PLS Murah di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek). faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio(CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK),capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalahDana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL),return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK),capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalahDana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL),return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK),capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalahDana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL),return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK),capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalahDana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL),return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI. faktor yang mempengaruhi kredit investasi dan faktor yang mempengaruhi kredit modal kerja perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK),capital adequacy ratio (CAR), non-performing loan (NPL), return on asset (ROA), loan to deposit ratio (LDR), dan suku bunga SBI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *