Category Archives: finance

Fraud : Pengertian Fraud, Kriteria Tindakan Fraud Dan Unsur-Unsur Fraud

Apasih fraud itu? Kriteria apa saja kira-kira suatu tindakan dapat dikatakan sebagai fraud? Apa saja unsur-unsur fraud?  terus, apa saja jenis-jenis fraud dan apa saja faktor-faktor pendorong fraud? Sebelum membahas tentang jenis-jenis fraud dan faktor-faktor pendorong fraud, berikut disajikan pengertian fraud, kriteria tindakan fraud serta unsur-unsur fraud dari beberapa referensi.

Pengertian Fraud

Menurut Karyono (2013) “fraud dapat diistilahkan sebagai kecurangan yang mengandung makna suatu penyimpangan dan perbuatan melanggar hukum (illegal act), yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu misalnya menipu atau memberikan gambaran keliru (mislead) kepada pihak-pihak lain, yang dilakukan oleh orang-orang baik dari dalam maupun dari luar organisasi. Kecurangan di rancang untuk memanfaatkan peluang-peluang secara tidak jujur, yang secara langsung maupun tidak langsung merugikan pihak lain.”

Statement of Auditing Standards No.99 mengemukakan bahwa : “Fraud is an intentional act that results in a material misstatement in financial statements that are the subject of an audit”. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa fraud adalah tindakan yang disengaja yang menghasilkan salah saji material dalam laporan keuangan yang merupakan subjek audit.

Tuanakotta (2014) mengemukakan bahwa : “Any illegal act characterized by deceit, concealment or violation of trust. These acts are not dependent upon the application of threats of violence or physical force. Fraud are perpetrated by individuals, and organization to obtain money, property or service; to avoid payment or loss of services; or to secure personal to business advantage”.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa fraud adalah setiap tindakan illegal yang ditandai dengan tipu daya, penyembunyian atau pelanggaran kepercayaan. Tindakan ini tidak tergantung pada penerapan ancaman kekerasan atau kekuatan fisik. Penipuan yang dilakukan oleh individu, dan organisasi untuk memperoleh uang, kekayaan atau jasa; untuk menghindari pembayaran atau kerugian jasa; atau untuk mengamankan keuntungan bisnis pribadi.

Menurut Albrecth et al (2014) “kecurangan merupakan suatu istilah yang umum, dan mencakup segala macam cara yang dapat digunakan dengan kelihaian tertentu, yang dipilih oleh seseorang individu, untuk mendapatkan keuntungan dari pihak lain dengan melakukan representasi yang salah. Tidak ada aturan yang baku dan tetap yang bisa dikeluarkan sebagai proposisi umum dalam mendefinisikan kecurangan, termasuk kejutan, tipu muslihat, ataupun cara-cara yang licik dan tidak wajar yang digunakan untuk melakukan penipuan. Batasan satu-satunya dalam mendefinisikan kecurangan adalah hal-hal yang membatasi ketidakjujuran manusia”.

Fraud merupakan tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh seseorang atau lebih untuk mendapatkan keuntungan dan dapat merugikan orang lain. Dari beberapa pengertian atau definisi tentang fraud yang telah dijelaskan, maka dapat disimpulkan bahwa dalam suatu tindakan dapat dikatakan fraud jika mengandung beberapa unsur, yaitu:

  1. Perbuatan melanggar hukum
  2. Dilakukan secara tersembunyi
  3. Dilakukan secara tidak jujur (menipu)
  4. Dilakukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok
  5. Dapat merugikan pihak-pihak tertentu

Unsur-Unsur Fraud

Tindakan fraud merupakan tindakan yang mengandung beberapa unsur. Menurut Mary-Jo Kranacher et al (2011) fraud terdiri dari 3 unsur yang terkandung yaitu (Umar, 2016):

  1. Conversion

Conversion yaitu menipu, merekayasa dan membohongi. Fraud dimulai dengan adanya niat jahat untuk memanipulasi dan merekayasa suatu kondisi untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya yang tentunya akan merugikan pihak lain.

  1. Cocealment

Cocealment yang berarti menyembunyikan. Fraud merupakan tindakan kejahatan, sehingga para pelaku tidak mau diketahui pihak luar kelompoknya.

  1. Theft

Theft yaitu mengambil kekayaan secara tidak sah. Memanipulasi, melakukan penipuan dan rekayasa yang telah dilakukan secara sembunyi-sembunyi tentunya dilakukan dengan tujuan agar mereka dapat menarik keuntungan finansial secara tidak sah.

Selanjutnya akan dibahas tentang jenis-jenis fraud dan faktor-faktor pendorong fraud pada artikel yang lain.

Pemasaran : Pengertian Pemasaran & Strategi Pemasaran

            Pembaca budiman, sebelum membahas tentang strategi pemasaran, akan dibahas dulu tentang pengertian pemasaran. Menurut Kotler (2015:9) dalam buku Manajemen Pemasaran Edisi Milenium menyatakan bahwa “Pemasaran adalah proses sosial yang dilakukan oleh inividu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan menawarkan secara bebas dan mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain”.

Menurut Kotler dan Amstrong (2013:5): “Pemasaran adalah proses pemberian kepuasan kepada konsumen untuk mendapatkan laba”. Stanton (2014:16) dalam buku Prinsip Pemasaran menyatakan: “Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, memprogram promosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginkan dan jasa baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensial”.

Aplikasi Metode Ekonometri (ARCH, GARCH, EGARCH, TARCH, EMA, CARR) di Eviews dalam Peramalan Volatilitas Harga Saham

Penelitian tentang peramalan volatilitas harga saham di pasar saham telah banyak dilakukan di berbagai negara dengan berbagai metode ekonometrika (ARCH, GARCH, EGARCH, TARCH, EMA, CARR) yang ada di program Eviews. Penelitian-penelitian di Evews, dapat juga dilakukan dengan metode moving average (EMA), random walk (RW), historical average, moving average (MA), auto regression (AR), ARMA, ARIMA, simple regression, exponential smoothing, exponentially weighted moving average (EMA). Namun penelitian-penelitian tersebut harus dicari dahulu metode ekonometrika yang cocok sehingga ditemukan metode yang paling baik untuk meramal volatilitas.

Penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai peramalan volatilitas dikutip dari Yu (2002), diantaranya:

  1. Akgiray (1989), Pagan dan Schwert (1989), dan Brooks (1998) dengan menggunakan data saham US memperoleh hasil bahwa model Generalized Auto Regressive Conditional Heteroscedascity (GARCH) paling baik dibandingkan metode lain.
  2. Brailsford dan Faff (1996) memperoleh hasil bahwa model GARCH adalah model yang paling baik dan praktis untuk meramalkan volatilitas index saham bulanan di Australia.
  3. Tse (1991) serta Tse dan Tung (1992) menggunakan data Jepang dan Singapura menemukan bahwa Exponentially Weighted Moving Average (EMA) lebih akurat dalam peramalan dibandingkan GARCH.

Dalam penelitiannya, Yu (2002) membandingkan kinerja sembilan model untuk melihat model terbaik dalam meramalkan volatilitas pasar saham dengan menggunakan data NZSE40 capital index dari tahun 1980 sampai 1998.

Bank Syariah : Pengertian Bank Syariah dan Perbedaan Antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional

Bank Syariah : Pengertian Bank Syariah dan Perbedaan Antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional

Pengertian Bank Syariah

Sebelum membahas tentang perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional, akan dibahas dulu tentang pengertian bank syariah. Menurut Undang-Undang nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Indonesia, Perbankan Syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melakukan kegiatan usahanya.

Lebih lanjut, bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip hukum islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) seperti prinsip keadilan dan keseimbangan (‘adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak mengandung gharar, maysir, riba, zalim dan obyek yang haram. Selain itu, UU Perbankan Syariah juga mengamanahkan bank syariah untuk menjalankan fungsi sosial dengan menjalankan fungsi seperti lembaga baitul mal, yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, hibah, atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf (nazhir) sesuai kehendak pemberi wakaf (wakif).

 

Bentuk Usaha Bank Syariah